Kolaborasi Seni dan Industri: Cara Marifood Membangun Identitas Visual yang Inovatif

Jumat, 10 April 2026 09:02:55

Hubungan antara dunia industri dan seni sering kali dianggap berseberangan, namun PT Marifood mematahkan stigma tersebut. Melalui pemaparan Sebastian Gary P., terungkap bahwa Marifood kini aktif menggandeng seniman, termasuk Arief Hadinata, untuk memberikan sentuhan visual di lingkungan perusahaan. Proyek mural di area gudang dan ruang kerja bukan sekadar hiasan, melainkan upaya perusahaan untuk memanusiakan ruang industri sekaligus membangun identitas jenama yang lebih kreatif dan berkarakter.

Dalam memilih kolaborator, Marifood tidak hanya melihat kemampuan teknis. Kompetensi utama yang dicari adalah kesamaan visi antara seniman dengan perusahaan. Hal ini senada dengan pandangan Marifood terhadap dunia kerja masa kini: kepintaran akademis saja tidak cukup. Perusahaan lebih menghargai individu yang kreatif, inovatif, dan memiliki soft skill yang kuat. Pengalaman yang luas serta pengetahuan yang beragam menjadi nilai tambah yang krusial untuk menciptakan inovasi yang luar biasa.

Menjawab kegelisahan publik mengenai lebih populernya nama "Marimas" dibandingkan dengan induk perusahaannya, "Marifood", Sebastian menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah kendala. Marifood berperan sebagai rumah besar yang menaungi berbagai jenama, di mana setiap jenama diberi ruang untuk bertumbuh dengan keunikannya masing-masing. Kesimpulannya, bagi para pengembang jenama maupun seniman, kuncinya adalah jangan takut untuk menonjolkan karakter yang berbeda. Keunikan itulah yang akan menjadi daya tarik utama di mata masyarakat dan membuat sebuah jenama mampu "Break The Loops" dari rutinitas pasar yang membosankan.


Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.