Seni sebagai Medium Katarsis: Mengulas Sisi Psikologis di Balik "Break The Loops"

Sabtu, 04 April 2026 23:44:36

Acara Artist Talk bertajuk "Inside The Loops" hadir sebagai ruang diskusi mendalam untuk mengupas karya lukis sekaligus membedah perspektif kesehatan mental dari para ahli. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pameran "Break The Loops" yang menghadirkan kolaborasi lintas disiplin antara seniman dan psikolog. Diskusi ini menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Arief Hadinata selaku seniman pemilik karya, Adin Hysteria (Ketua Komekraf Jateng), serta dua pakar psikologi, Desi Maulia, S.Psi., M.Psi., dan Brigitan Argasiam, M.Psi..

Dalam sesi tersebut, terungkap bahwa karya-karya Arief Hadinata lahir dari gejolak batin dan kesadaran akan adanya sisi lain dalam dirinya. Seni, menurut Ibu Desi, berfungsi sebagai ruang aman bagi seseorang untuk mengenali jati diri sekaligus menjadi sarana self-healing yang efektif. Namun, Pak Brigitan memberikan catatan penting bahwa meskipun seni dapat menjadi media untuk menuangkan emosi agar dimengerti audiens, seni bukanlah solusi akhir bagi masalah psikologis. Seni hanyalah "pintu pembuka" menuju penyelesaian; masalah kesehatan mental yang serius tetap harus ditangani melalui konsultasi dengan tenaga ahli.

Salah satu topik krusial yang dibahas adalah fenomena Toxic Masculinity. Doktrin bahwa laki-laki harus selalu kuat dan dilarang bercerita tentang masalahnya sering kali membuat emosi tidak tersalurkan dengan baik. Pak Brigitan menegaskan bahwa pola ini harus diputus agar tidak diwariskan ke generasi berikutnya. Pameran "Break The Loops" diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memahami pentingnya keterbukaan emosional.

Ibu Desi menambahkan bahwa meski laki-laki berperan sebagai tulang punggung keluarga, mereka tetap berhak menuangkan emosinya. Keluarga seharusnya menjadi ruang aman untuk saling memahami perasaan demi kesehatan mental bersama. Sebagai bentuk dukungan nyata, Puspaga Semarang kini menyediakan layanan pembelajaran keluarga secara gratis bagi warga Kota Semarang. Melalui pameran dan diskusi ini, seni rupa terbukti mampu menjadi jembatan intelektual sekaligus spiritual untuk memulai dialog tentang kesehatan jiwa.


Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.